Langsung ke konten utama

Keutamaan menghafal dan membaca Al-qur'an

 



Keutamaan menghafal dan membaca Al-qur'an


Al-Qur’an merupakan pedoman manusia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Banyak sekali keutamaan yang terkandung dalam setiap ayat Al-Qur’an. Disadari atau tidak, diantara ayat Al-Qur’an yang kita baca atau bahkan kita dengar walaupun selewat, tetap menyimpan banyak kebaikan dan mengandung hikmah pembelajaran.

Terdapat banyak dalil yang menganjurkan untuk menghafal al-Quran. Diantaranya, firman Allah,


بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ

“Sebenarnya, Al-Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu…” (QS. al-Ankabut: 49)

Allah menyebut, salah satu ciri orang yang berilmu (ulama) adalah menghafal al-Quran.

Adapun keutamaan menghafal  Al-qur'an bagi seorang muslim adalah :

1. Golongan Manusia Terbaik

 hadits riwayat Bukhari, dari Ustman, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sebaik-baiknya manusia di antara kamu adalah yang mempelajari al-Quran dan mengamalkannya."

Dari hadis tersebut, diketahui bahwa Al Quran mengandung kebaikan bagi umat Islam. Dengan membaca, menghafal, dan memahami ayat-Nya, Allah akan melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Dari Aisyah Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda "Orang yang pandai membaca Al-Quran maka dia akan bersama para malaikat yang mulia dan baik, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam membacanya terbata-bata, maka baginya dua pahala."

2. Kedudukan Penghafal Al Qur'an di syurga Berada di Akhir Ayat yang Dibaca

hadist riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda "Dikatakan kepada pemilik (penghafal) Al-Quran : baca lah dan naiklah! Baca lah sebagaimana kamu membaca di dunia! Maka sesungguhnya kedudukanmu (disurga) berada pada akhir ayat yang kamu baca."

3. Mendapatkan Syafaat

hadist riwayat Muslim, Rasulullah bersabda "Baca lah Al-Quran, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat kepada pemilknya"

4. Syafaat bagi orang tua

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menghafal Al Qur’an, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari"

5. Pahala Berlipat Ganda

Dalam hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya sepuluh pahala dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, dan aku tidak mengatakan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf tersendiri."

6. Keinginan Dikabulkan Allah SWT

Dalam hadist riwayat Tirmidzi, dari Sa'id al-Khudri, Nabi Muhammad bersabda, "Allah berfirman, ''Barang siapa yang disibukkan dengan al-Quran dan mengingat-Ku, maka akan aku berikan keutamaan kepadanya lebih besar dari apa yang Ku berikan kepada lainnya dan keutamaan kalam Allah dibanding kalam lain ibarat keutamaan Allah dengan mahluknya."

7. Ibarat Rumah yang Indah

 hadist riwayat Tirmidzi, dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya seseorang yang di dalam jiwanya tidak ada sedikit pun dari Al-Quran, ibarat sebuah rumah yang rusak."

Allah berfirman :

:الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

8. Akan Disematkan Mahkota dan Jubah

Rasullah bersbda :"Alquran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafiz Alquran mahkota kemuliaan. Alquran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi jubah kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafiz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. 

(HR. Turmudzi 3164)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Murojaah

  Pengertian Murojaah Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Quran Murojaah adalah sebuah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "mengulang" atau "mengingat kembali". Istilah ini sering digunakan dalam konteks pembelajaran Al-Quran dan hadis, di mana murojaah mengacu pada metode belajar yang melibatkan pengulangan ayat-ayat yang telah dipelajari sebelumnya. Murojaah berasal dari kata raja'a yuraji'u. Arti murojaah dari kata tersebut memiliki arti kembali atau pulang. Sementara itu jika dimaknai dalam konteks menghafal Al-Quran maka arti murojaah adalah memeriksa kembali, mengecek, ataupun meninjau ulang. Pada dasarnya arti murojaah adalah untuk memelihara hafalan Al-Quran tetap baik, lancar, dan terjaga. Dengan begitu hafalan Al-Quran yang sudah dihafalkan tetap terjaga dengan baik. Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Q...

Memanfaatkan Panca Indra Dalam Menghafal Al-Qur’an

  Memanfaatkan Panca Indra Dalam Menghafal Al-Qur’an Menghafal Al-Qur'an adalah ibadah yang mulia, namun banyak yang menghadapi berbagai tantangan dalam prosesnya. Beberapa masalah umum yang sering dihadapi saat menghafal Al-Qur'an antara lain: Kurangnya Konsistensi, Sulit Menghafal Ayat yang Panjang, Cepat Lupa, dan lain-lain. Memanfaatkan pancaindra dalam menghafal Al-Qur'an bisa menjadi strategi efektif untuk memperkuat daya ingat dan pemahaman. Berikut adalah beberapa cara untuk melibatkan kelima pancaindra dalam proses menghafal: Indra Penglihatan (Mata) : Membaca Al-Qur'an secara langsung : Membaca mushaf secara teratur membantu otak mengingat visualisasi ayat-ayat, huruf, dan tanda baca. Menggunakan mushaf yang sama bisa memperkuat ingatan visual. Menulis ayat-ayat : Menulis ulang ayat-ayat dapat membantu menginternalisasi teks dan memperkuat ingatan melalui proses visual dan fisik Indra Pendengaran (Telinga) : M...

Mabit Sebagai Wasilah Penanaman Karakter Unggul

  🌙 Mabit Sebagai Wasilah Penanaman Karakter Unggul Mabit atau Malam Bina Iman dan Taqwa adalah salah satu program pendidikan yang diinisiasi untuk memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik, khususnya para santri. Kegiatan ini dirancang secara terpadu untuk memberikan suasana baru yang menjauhkan dari rutinitas harian, sekaligus menjadi washilah (sarana) yang efektif dalam menanamkan kebiasaan positif. Apa Itu Mabit? Secara sederhana, Mabit adalah kegiatan bermalam bersama dalam sebuah rangkaian acara yang fokus pada pembinaan keimanan dan ketakwaan. Ini bukan hanya sekadar menginap, tetapi merupakan proses intensif untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun keterampilan hidup. Tujuan Utama Mabit: Membentuk Karakter Holistik Program Mabit dirancang untuk menanamkan kebiasaan dan konsep positif dalam tiga aspek utama: Aspek Ruhiyah (Spiritualitas): Penanaman Kebiasaan Ibadah: Melatih konsistensi dalam dzikir pagi dan petang, menjaga sholat fardhu berj...