Langsung ke konten utama

7 cara agar anak senang belajar membaca Alquran

 


7 cara agar anak senang belajar membaca Alquran 


1. Jangan memaksa 

Memaksa anak justru akan membuat mereka tidak nyaman. Biarkan minat untuk belajar membaca Alquran muncul dari dalam diri mereka sendiri. Kita cukup memberikan stimulasi agar mereka tertarik, karena anak adalah pembelajar yang hebat.


2. Berikan contoh. 

Memberi contoh adalah cara paling jitu, karena anak adalah peniru yang ulung. Tunjukkan kebiasaan dan kebutuhan anda membaca Alquran. Dijamin anak akan meniru kebiasaan itu. 


3. Penjelasan kenapa harus membaca Alquran 

Pada anak usia sekolah perlu mulai diberikan penjelasan kenapa kita butuh membaca Alquran serta melakukan ibadah-ibadah lain. Lakukan komunikasi dua arah dengan anak-anak, hargai setiap pendapat mereka tentang penjelasan Anda. 


Pengertian mereka tentang kebutuhan beribadah akan menjadi dasar kecintaan mereka pada Alquran.


4. Lakukan dengan cara menyenangkan. 

Sekarang banyak sekali metode belajar membaca Alquran untuk anak-anak, mulai games pengenalan huruf hijaiyah iqro versi cetak dan digital, Umi, Tilawati sampai dengan pen yang bisa mengeluarkan suara.


5. Dimulai dari yang mudah. 

Memulai belajar dari yang mudah akan memotivasi anak untuk ingin melakukan lagi. Ini disebabkan mereka merasa mampu melakukannya.


6. Lakukan secara konsisten. 

Adakalanya anak tidak mood untuk belajar. Saat seperti Anda harus sedikit kreatif untuk mengelola mood mereka. Buat mereka berminat belajar membaca Alquran meskipun hanya sebentar, tapi lakukan setiap hari.


7. Pujian dan hadiah. 

Berikan penghargaan setiap mereka selesai belajar mengaji dalam bentuk pujian atau ungkapan bahwa anda senang mendengarkan anak-anak mengaji. 


Hadiah dan pujian akan menumbuhkan kerelaan dan keikhlasan anak dalam belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Murojaah

  Pengertian Murojaah Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Quran Murojaah adalah sebuah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "mengulang" atau "mengingat kembali". Istilah ini sering digunakan dalam konteks pembelajaran Al-Quran dan hadis, di mana murojaah mengacu pada metode belajar yang melibatkan pengulangan ayat-ayat yang telah dipelajari sebelumnya. Murojaah berasal dari kata raja'a yuraji'u. Arti murojaah dari kata tersebut memiliki arti kembali atau pulang. Sementara itu jika dimaknai dalam konteks menghafal Al-Quran maka arti murojaah adalah memeriksa kembali, mengecek, ataupun meninjau ulang. Pada dasarnya arti murojaah adalah untuk memelihara hafalan Al-Quran tetap baik, lancar, dan terjaga. Dengan begitu hafalan Al-Quran yang sudah dihafalkan tetap terjaga dengan baik. Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Q...

Memanfaatkan Panca Indra Dalam Menghafal Al-Qur’an

  Memanfaatkan Panca Indra Dalam Menghafal Al-Qur’an Menghafal Al-Qur'an adalah ibadah yang mulia, namun banyak yang menghadapi berbagai tantangan dalam prosesnya. Beberapa masalah umum yang sering dihadapi saat menghafal Al-Qur'an antara lain: Kurangnya Konsistensi, Sulit Menghafal Ayat yang Panjang, Cepat Lupa, dan lain-lain. Memanfaatkan pancaindra dalam menghafal Al-Qur'an bisa menjadi strategi efektif untuk memperkuat daya ingat dan pemahaman. Berikut adalah beberapa cara untuk melibatkan kelima pancaindra dalam proses menghafal: Indra Penglihatan (Mata) : Membaca Al-Qur'an secara langsung : Membaca mushaf secara teratur membantu otak mengingat visualisasi ayat-ayat, huruf, dan tanda baca. Menggunakan mushaf yang sama bisa memperkuat ingatan visual. Menulis ayat-ayat : Menulis ulang ayat-ayat dapat membantu menginternalisasi teks dan memperkuat ingatan melalui proses visual dan fisik Indra Pendengaran (Telinga) : M...

Mabit Sebagai Wasilah Penanaman Karakter Unggul

  🌙 Mabit Sebagai Wasilah Penanaman Karakter Unggul Mabit atau Malam Bina Iman dan Taqwa adalah salah satu program pendidikan yang diinisiasi untuk memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik, khususnya para santri. Kegiatan ini dirancang secara terpadu untuk memberikan suasana baru yang menjauhkan dari rutinitas harian, sekaligus menjadi washilah (sarana) yang efektif dalam menanamkan kebiasaan positif. Apa Itu Mabit? Secara sederhana, Mabit adalah kegiatan bermalam bersama dalam sebuah rangkaian acara yang fokus pada pembinaan keimanan dan ketakwaan. Ini bukan hanya sekadar menginap, tetapi merupakan proses intensif untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun keterampilan hidup. Tujuan Utama Mabit: Membentuk Karakter Holistik Program Mabit dirancang untuk menanamkan kebiasaan dan konsep positif dalam tiga aspek utama: Aspek Ruhiyah (Spiritualitas): Penanaman Kebiasaan Ibadah: Melatih konsistensi dalam dzikir pagi dan petang, menjaga sholat fardhu berj...