Langsung ke konten utama

Postingan

BEBERAPA ADAB PENUNTUT ILMU

  BEBERAPA ADAB PENUNTUT ILMU 1. Mengiklaskan dalam menuntut ilmu. "Barangsiapa yang menuntut ilmu syar'i yang semestinya dia lakukan untuk mencari Wajah Allah dengan iklas, namun dia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma syurga pada hari kiamat (HR. Ahmad) 2. Berdoa memohon ilmu yang bermanfaat Allaahumma innii as-aluka 'ilman naafi'a, wa a-uudzubika min 'ilmin laa yanfa' 'Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. (HR. an-nasa'i) 3. Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu "Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong". (HR. Bukhari secara muallaq). 4. Mendengarkan baik baik pelajaran yang di sampaikan ustadz "Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikan dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat.  (QS. Al-A'raf: 2...

"TALI TERAKHIR YANG TERLEPAS BERNAMA SHALAT"

  "TALI TERAKHIR YANG  TERLEPAS BERNAMA SHALAT" عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِى تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ. (رواه احمد) Artinya : Dari Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, dari Rasûlullâh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tali ikatan Islam akan putus seutas demi seutas. Setiap kali terputus, manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya, dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad, 5: 251) PELAJARAN YANG TERDAPAT PADA HADITS DI ATAS : 1. Hadits ini jelas menyatakan bahwa ketika tali Islam yang pertama sudah putus dalam diri seseorang, yaitu ia tidak berhukum pada hukum Islam, ia masih bisa disebut Islam. 2. Di sini Nabi ﷺ tidak mengatakan bahwa ketika tali pertama putus, maka kafirlah ia. Bahkan masih ada tali-tali yang lain...

Tadzkir Menjelang Ramadhan

  Tadzkir Menjelang Ramadhan Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity ditanya: "Wahai syaikh.. Dalam rangka menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan amalan apa yang anda nasihatkan kepada saya?" Syaikh menjawab: "Sebaik-baik amalan dalam rangka menyongsong datangnya Ramadhan adalah memperbanyak istighfar. Karena dosa akan menghalangi seseorang dari taufiq Allah untuk melakukan ketaatan." Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar melainkan dia akan disucikan. Bila dia lemah, maka akan dikuatkan Bila dia sakit, maka akan disembuhkan Bila dia diuji, maka ujiannya diangkat darinya. Bila dia kalut, maka akan diberi petunjuk. Dan bila dia galau, maka akan diberi ketenangan. Istighfar adalah benteng yang tersisa bagi kita (dari adzab Allah) sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ibnu katsir, rahimahullah, berkata : "Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan memudahkan rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiw...

Puasa Ayyamul Bidh

  Hukum melaksanakan amalan puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad, sebagaimana dijelaskan dalam hadis dengan sanad hasan yang diriwayatkan An-Nasa'i, yakni: وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن) Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: 'Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian'. (HR an-Nasa'i dengan sanad hasan). Selain itu, dalam hadis lain yang diriwayatkan Abu Daud juga dijelaskan sebagai berikut: وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود) Artinya: Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: 'Rasulullah saw telah memerintah kami untuk...

KETIKA ENGKAU MARAH KEPADA PUTRA PUTRIMU

  KETIKA ENGKAU MARAH KEPADA PUTRA PUTRIMU al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, "Tatkala anak-anakmu atau keluargamu membuat marah, biasakanlah lisanmu untuk mendo'akan mereka dengan kebaikan. Sebagian orang mengatakan (ketika dia marah, pen) : 'Semoga Allah menghukummu!', 'Semoga Allah menghancurkanmu!', 'Semoga Allah hitamkan wajahmu!' atau ucapan 'Semoga Allah tidak memberikan taufiq di dunia dan di akhirat!' Ini adalah HARAM. Namun BERSABARLAH... Kendalikanlah dirimu ... Doakan kebaikan untuk keluargamu." 📖 Fatawa "Liqa al-Bab al-Maftuh" (187) ✍🏻 @fiqihwanita (https://www.instagram.com/fiqihwanita_/)_  Reposted by : @pesanpositifharian

11 Amalan Dapat Jaminan Rumah di surga

  11 Amalan Dapat Jaminan Rumah di surga Dalam beberapa amalan sederhana ini yang bila diamalkan akan dibangunkan rumah atau istana di surga. Amalan-amalan tersebut adalah:  💖Pertama: Membangun Masjid Dengan Ikhlas Karena Allah Dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu , Rasulullah shall Allahu 'alaihi wa sallam berlibur, Barang siapa yang membangun masjid untuk Allah seperti Mufahes Qetta atau yang paling kecil, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga “ Siapa yang membangun masjid Karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga .” (HR. Ibnu Majah, no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan Qathah Adalah sejenis burung. Hadits tentang keutamaan membangun masjid juga disebutkan hadits 'Utsman bin 'Affan. Di ma...

SYARAT LAHIRNYA SAKINAH DALAM RUMAH TANGGA

  SYARAT LAHIRNYA SAKINAH DALAM RUMAH TANGGA Jangan dikira sakinah hanya akan mendatangi keluarga yang lengkap saja, ada suami istri dan anak-anak. Sakinah bisa mendatangi keluarga yang single parents saja, hanya ada ayah atau ibu dan anak-anak. Sakinah pun bisa mendatangi keluarga miskin dan banyak anak. Mengapa? Karena hadirnya sakinah tidak diukur dari lengkap tidaknya sebuah rumahtangga, kaya atau miskinnya, sedikit atau banyaknya anak, terpelajar atau tidaknya penghuni rumah. Tidak! Sakinah hanya akan didapat dari kedekatan dan keterpautan hati para penghuni kepada Allah. Sebuah rumah yang hati para penghuninya telah diisi dengan keyakinan kepada Allah, yang kemudian berbuah amalan, niscaya cahaya sakinah atau ketenangan hati akan menaungi rumah tersebut bagaimana pun kondisi fisiknya: apakah rumah itu besar atau sempit, mewah atau sederhana. ✍🏻 Instagram @ninih.muthmainnah Reposted by : @pesanpositifharian