Langsung ke konten utama

3 KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL KAHFI DI HARI JUM'AT


 3 KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL KAHFI DI HARI JUM'AT

Bagi umat Islam, hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa dan penuh berkah.

Sehingga terdapat beberapa keutamaan dan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Jumat.

Salah satunya adalah Sunnah Rasulullah Muhammad SAW yaitu membaca Surat Al-Kahfi.

“Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dengan dan baitu ‘atiq.” (HR. Ad-Darimi 3273 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’736)

Hadis lain dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu: “Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka akan dipancarkan cahaya untuknya diantara dua Jumat.”

Beberapa keutamaan membaca surat Al-Kahfi yaitu :

1. Mendapatkan Cahaya yang Terang di Hari Kiamat

Dari beberapa hadis di atas kita tahu bahwa ganjaran untuk orang yang membaca surat Al-Kahfi pada Malam Jumat atau hari Jumat akan diberikan cahaya.

Nah, cahaya tersebut diberikan pada hari Kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kalinya sampai ke langit.

“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid : 12)

2. Surat Al-Kahfi menangkal Fitnah Dajjal

Nabi Muhammad SAW bersabda, membaca dan menghapal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi adalah penangkal dari fitnah Dajjal.

“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya.” (HR Dailami)

“Maka barang siapa diantara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-kahfi.” (HR Muslim)

3. Diampuni Dosa-dosanya

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari jumat maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Murojaah

  Pengertian Murojaah Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Quran Murojaah adalah sebuah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "mengulang" atau "mengingat kembali". Istilah ini sering digunakan dalam konteks pembelajaran Al-Quran dan hadis, di mana murojaah mengacu pada metode belajar yang melibatkan pengulangan ayat-ayat yang telah dipelajari sebelumnya. Murojaah berasal dari kata raja'a yuraji'u. Arti murojaah dari kata tersebut memiliki arti kembali atau pulang. Sementara itu jika dimaknai dalam konteks menghafal Al-Quran maka arti murojaah adalah memeriksa kembali, mengecek, ataupun meninjau ulang. Pada dasarnya arti murojaah adalah untuk memelihara hafalan Al-Quran tetap baik, lancar, dan terjaga. Dengan begitu hafalan Al-Quran yang sudah dihafalkan tetap terjaga dengan baik. Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Q...

3 resep / kiat untuk mendapatkan hasil maksimal dari Al Qur'an

  3 resep / kiat untuk mendapatkan hasil maksimal dari Al Qur'an 1. Kuantitas (membaca dalam jumlah yang banyak) 2. Kualitas (Berusaha mempelajari, memahami, mengamalkan) 3. Intensitas (Kita selalu berinteraksi dengan Al qur’an) (sumber:Mulazamah Sabtu Ustadz Abdullah Hadromi)

Nasihat & Refleksi untuk Penuntut Ilmu

  Nasihat & Refleksi untuk Penuntut Ilmu 1. Luruskan niat. Belajarlah bukan untuk terkenal, tapi agar Allah ridha dan ilmu itu membawa manfaat bagi dirimu dan orang lain. 2. Sabar dan rendah hati. Ilmu tidak bisa dikuasai dengan tergesa-gesa. Imam Asy-Syafi’i berkata: “Tidak akan diperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara: kecerdasan, semangat, kesabaran, biaya, bimbingan guru, dan waktu yang lama.” 3. Amalkan apa yang dipelajari. Ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Ilmu yang tidak diamalkan seperti harta yang tidak dinafkahkan.” (HR. Ad-Dailami) 4. Cari lingkungan yang mendukung. Bertemanlah dengan orang-orang yang haus akan ilmu. Cahaya ilmu akan lebih kuat ketika berkumpul bersama orang baik. 5. Jaga adab sebelum ilmu. Ulama terdahulu berkata: “Kami belajar adab selama 30 tahun sebelum belajar ilmu selama 20 tahun.” Karena adab-lah yang membuat ilmu menjadi berkah. “Menuntut ilmu bukan hanya tentang banyaknya yang kita tahu, tapi tentang seberap...