Langsung ke konten utama

6 hadits tentang menuntut Ilmu

 



6 hadits tentang menuntut Ilmu


1. Dimudahkan Jalan ke Surga

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).

2. Ditinggikan Derajatnya

Hadis mencari ilmu lain juga menunjukan tingginya derajat  orang berilmu dibanding manusia lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

ٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ قَالَ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا بِدَرَجَاتٍ

Dari Ibnu Abbas radliallahu anhu: ketika menafsirkan ayat : (Allah meninggikan orang-orang yang beriman dari kamu sekalian, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. al-mujadalah:11); dia berkata maksudnya adalah "Allah meninggikan orang-orang yang diberi ilmu atas orang-orang yang beriman beberapa derajat". (HR. Darimi) No. 356.

3. Dicintai Rasulullah

Rasulullah SAW juga mendoakan orang yang mencari ilmu:

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ

Dari Zaid bin Tsabit ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dariku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu." (HR. Abu Daud) No. 3175.Shahih.

4. Paling Utama

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Dari Utsman bin Affan ia berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Orang yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya." (HR. Bukhari) No. 4640. Shahih.

5. Dimintakan Ampun Seisi Bumi dan Langit

Keutamaan lain orang berilmu yakni:

قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْبَحْرِ

Dari Abu Ad Darda` ia berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya akan memintakan ampun untuk seorang alim makhluk yang di langit dan di bumi hingga ikan hiu di dasar laut." (HR. Ibnu Majah) No.235. Shahih.

Dengan ilmu juga, akan membawa kebahagiaan bagi seseorang baik di dunia maupun di akhirat.

6. Bahagia Dunia dan Akhirat

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa menginginkan kebahagian dunia, maka tuntutlah ilmu dan barang siapa yang ingin kebahagian akhirat, tuntulah ilmu dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, tuntutlah ilmu pengetahuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Murojaah

  Pengertian Murojaah Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Quran Murojaah adalah sebuah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "mengulang" atau "mengingat kembali". Istilah ini sering digunakan dalam konteks pembelajaran Al-Quran dan hadis, di mana murojaah mengacu pada metode belajar yang melibatkan pengulangan ayat-ayat yang telah dipelajari sebelumnya. Murojaah berasal dari kata raja'a yuraji'u. Arti murojaah dari kata tersebut memiliki arti kembali atau pulang. Sementara itu jika dimaknai dalam konteks menghafal Al-Quran maka arti murojaah adalah memeriksa kembali, mengecek, ataupun meninjau ulang. Pada dasarnya arti murojaah adalah untuk memelihara hafalan Al-Quran tetap baik, lancar, dan terjaga. Dengan begitu hafalan Al-Quran yang sudah dihafalkan tetap terjaga dengan baik. Tujuan utama dari murojaah adalah untuk membantu memperkuat hafalan dan pemahaman seseorang terhadap isi Al-Q...

Memanfaatkan Panca Indra Dalam Menghafal Al-Qur’an

  Memanfaatkan Panca Indra Dalam Menghafal Al-Qur’an Menghafal Al-Qur'an adalah ibadah yang mulia, namun banyak yang menghadapi berbagai tantangan dalam prosesnya. Beberapa masalah umum yang sering dihadapi saat menghafal Al-Qur'an antara lain: Kurangnya Konsistensi, Sulit Menghafal Ayat yang Panjang, Cepat Lupa, dan lain-lain. Memanfaatkan pancaindra dalam menghafal Al-Qur'an bisa menjadi strategi efektif untuk memperkuat daya ingat dan pemahaman. Berikut adalah beberapa cara untuk melibatkan kelima pancaindra dalam proses menghafal: Indra Penglihatan (Mata) : Membaca Al-Qur'an secara langsung : Membaca mushaf secara teratur membantu otak mengingat visualisasi ayat-ayat, huruf, dan tanda baca. Menggunakan mushaf yang sama bisa memperkuat ingatan visual. Menulis ayat-ayat : Menulis ulang ayat-ayat dapat membantu menginternalisasi teks dan memperkuat ingatan melalui proses visual dan fisik Indra Pendengaran (Telinga) : M...

Mabit Sebagai Wasilah Penanaman Karakter Unggul

  🌙 Mabit Sebagai Wasilah Penanaman Karakter Unggul Mabit atau Malam Bina Iman dan Taqwa adalah salah satu program pendidikan yang diinisiasi untuk memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik, khususnya para santri. Kegiatan ini dirancang secara terpadu untuk memberikan suasana baru yang menjauhkan dari rutinitas harian, sekaligus menjadi washilah (sarana) yang efektif dalam menanamkan kebiasaan positif. Apa Itu Mabit? Secara sederhana, Mabit adalah kegiatan bermalam bersama dalam sebuah rangkaian acara yang fokus pada pembinaan keimanan dan ketakwaan. Ini bukan hanya sekadar menginap, tetapi merupakan proses intensif untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun keterampilan hidup. Tujuan Utama Mabit: Membentuk Karakter Holistik Program Mabit dirancang untuk menanamkan kebiasaan dan konsep positif dalam tiga aspek utama: Aspek Ruhiyah (Spiritualitas): Penanaman Kebiasaan Ibadah: Melatih konsistensi dalam dzikir pagi dan petang, menjaga sholat fardhu berj...